LAPORAN RESMI EKOLOGI
PERSEBARAN BAMBU EUL-EUL DI KECAMATAN SEYEGAN DAN PEMANFAATANNYA
Disusun oleh :
Marlin
Megalestin Raunsai
09308144036
Biologi
Swadana
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNVERSITAS NEGERI YOGYAKARATA
2010
A. Tujuan
Untuk
mengetahui persebaran bambu eul-eul di kecamatan seyegan dan pemanfaatannya.
B.
Latar Belakang
Seyegan
adalah sebuah kecamatan di kabupaten sleman, Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta, Indonesia. Kecamatan seyegan berada di sebelah barat daya dari
ibukota kabupaten sleman. Jarak ibukota kecamatan ke pusat pemerintahan
kabupaten sleman adalah 9 km. Lokasi ibukota kecamatan seyegan berada di
7.72119’ LS dan 11030841’ BT. Kecamatan seyegan mempunyai luas wilayah 2.662,99
Ha.
Kecamatan
seyegan berada di dataran rendah. Ibukotanya berada pada ketinggian 165 meter
diatas permukaan laut. Suhu tertinggi yang tercatat di kabupaten berbah adalah
32oC dengan suhu terendah 22oC. Bentangan wilayah di
kecamatan seyegan berupa tanah yang datar dan berombak serta sedikit yang
berbukit.Untuk menuju ke daerah seyegan memerlukan waktu sekitar 1-2 jam dari
kampus UNY. Halnya daerah pedesaan, seyegan dikelilingi oleh beberapa bukit,
gunung, sungai, dan persawahan. Rumah-rumah yang memiliki minimum sekitar 4x4
meter halaman rumah, usaha lokal, dan tanaman-tanaman yang tumbuh disekitar
rumah memberikan keindahan pandangan setiap orang.
Tanaman-tanaman
yang tumbuh disekitar rumah, sawah, dan gunung menambah kehijauan seyegan.
Bambu merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak ditemukan di daerah ini.
Persebarannya dapat dilihat hampir disetiap tempat. Tak salah, di daerah
seyegan terdapat banyak industri mebel, furnitur, dan berbagai industri rumah
tangga lainnya yang menggunakan bahan dasar bambu sebagai produksi usahanya.
Bambu
merupakan produk hasil hutan non kayu yang telah dikenal bahkan sangat dekat
dengan kehidupan masyarakat umum karena pertumbuhannya ada di sekeliling
kehidupan masyarakat. Bambu termasuk tanaman Bamboidae
anggota sub familia rumput, memiliki keanekaragam jenis bambu di dunia
sekitar 1250 – 1500 jenis sedangkan Indonesia memiliki hanya 10% sekitar
154 jenis bambu (Wijaya et al, 2004).
Bambu
banyak digunakan masyarakat dalam memenuhi kehidupan sehari-hari meliputi
kebutuhan pangan, rumah tangga, kerajinan, konstruksi dan adat
istiadat.. Bambu memiliki multi fungsi pemanfaatan sebagai bahan
makanan untuk manusia (Rebung), binatang (pucuk daun muda), kebutuhan
rumah tangga dan aneka kerajinan dengan berbagai tujuan penggunaan mulai dari
cinderamata, mebel, tas, topi, kotak serba guna hingga alat musik serta
konstruksi untuk pembuatan jembatan, aneka sekat, konstruksi rumah meliputi
tiang, dinding, atap. Kebutuhan adat istiadat bambu digunakan dalam
upacara adat hindu dan budha diantaranya untuk upacara kremasi jenazah.
Sedangkan tujuan konservasi alam sangat efektif untuk reboisasi wilayah
hutan terbuka atau gundul akibat penebangan karena pertumbuhan rumpun bamboo
sangat cepat dan toleransinya terhadap lingkungan sangat tinggi serta memiliki
kemampuan memperbaiki sumber tangkapan air sangat efektif.
C.
Dasar Teori
Bambu Eul-eul adalah salah satu jenis tumbuhan bambu yang biasa
tumbuh di daerah tropis. Perbedaan antara Bambu Eul-eul dengan jenis bambu lain diantaranya :
1.
Bambu Eul-eul mengandung air mineral mineral di dalam ruas-ruasnya,
2.
Bambu Eul-eul tumbuh tidak berumpun atau hanya tumbuh beberapa batang
diantara puluhan bahkan ratusan tumbuhan bambu yang lain,
3.
Bambu Eul-eul hanya tumbuh di daerah tertentu misalnya di Indonesia,
4.
Makin ke atas batangnya makin besar dan ruas-ruasnya makin panjang,
5.
Bambu Eul-eul akan akan makin condong atau merunduk ke bawah seiring
bertambahnya usia tumbuhan tersebut karena ruasnya berisi air mineral.
Tumbuhan
Bambu eul-eul ini termasuk tanaman jenis rumput-rumputan yang mempunyai batang
berongga dan beruas-ruas serta banyak memberikan manfaat bagi manusia. Nama
atau istilah lain dari bambu adalah buluh, aur, eru, dan awi (sunda). Bambu
ini, ada yang dibudidayakan karena memiliki air mineral diruas-ruasnya yang
digunakan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Karena itu, persebaran
bambu eul-eul tidak sebanyak persebaran bambu jenis lainnya. Bambu ini
ditemukan hanya dibeberapa tempat dan kebanyakan sudah menjadi milik pribadi
beberapa masyarakat. Bahkan ada usaha rumah tangga dari air mineral bambu
eul-eul.
Ciri-ciri bambu eul-eul dapat dilihat melalui
gambar berikut.
http://sweetspearls.com/wp-content/uploads/bambu.jpg
Gambar
1. Bambu eul-eul
Bambu
Eul-eul yang tumbuh diantara semak belukar walaupun satu rumpun tetapi
kadang-kadang air yang ada di dalam ruasnya mempunyai aroma dan warna yang
berbeda tetapi rasanya hampir sama yaitu tetap tawar. Perbedaan aroma dan warna
tersebut sama sekali tidak mengurangi khasiat dari air mineral Bambu Eul-eul
itu sendiri.
Bambu pada umumnya telah
dikenal masyarakat luas dan dalam konstruksi tidak disadari masyarakat lebih
memilih bambu, seperti untuk tiang penyanggah gedung bertingkat apabila
dalam pembangunan/pengecatan, karena mudah diperoleh, murah dan ukuran lebih
panjang dengan kekuatan yang mampu menjamin kekokohan penyanggah.
Bambu
memiliki keawetan yang sangat rendah, mudah diserang microorganisme dan
serangga sehingga untuk penggunaan jangka panjang orang tidak memilih
bamboo. Memperhatikan manfaat dan kekuatan bambu, telah diupaya langkah
pengawetan untuk meningkatkan nilai pakai bambu sehingga mampu dipakai untuk
waktu lama.
Pada
umumnya masyarakat mungkin hanya tahu bahwa bambu biasa digunakan untuk
keperluan furniture, meubel, pertukangan, kerajinan, rumah, pagar, atau paling
banter juga dijadikan tanaman hias di halaman rumah. Namun Bambu Eul-eul ini sebenarnya memiliki air mineral yang dapat membantu
masyarakat agar lebih mengetahui khasiat dari Air Mineral Bambu Eul-eul yang
bermanfaat bagi kesehatan sebagai obat alternatif alami dan penambah stamina.
D.
Alat dan Bahan
1. Alat tulis
2. Buku
3. Kamera
B.
Hasil Pengamatan
Persebaran
bambu eul-eul di daerah seyegan, terbanyak di daerah lereng gunung, daerah
dekat sungai, dan paling sedikit di sekitar halaman rumah penduduk. Bambu
eul-eul ini terbanyak dimanfaatkan air mineral di ruas-ruasnya sebagai obat
untuk menyembuhkan berbagai penyakit misalnya jantung, tipes, asam urat,
ambeyen, dan masih banyak lagi. Selain itu batangnya digunakan juga untuk
industri meubel seperti membuat kursi, meja, tikar, Mechanical properties of bamboo
reinforcement, dan lain-lain. Masyarakat setempat juga menggunakan untuk
membuat pagar, dinding rumah, tangga-tangga, dan lain-lain. Daunnya juga
digunakan untuk membungkus bakcang ekstrak daun bambu sehatkan jantung. Berikut
ini adalah tabel persebaran beberapa jenis bambu termasuk bambu eul-eul di 5
kelurahan dari 12 kelurahan yang ada di kecamatan seyegan.
Nama Bambu
|
Persebaran di kelurahan
(Pekarangan)
|
||||
Margoluwih
|
Margomulyo
|
Margoagung
|
Margodadi
|
Margokaton
|
|
Bambu Petung
|
11
|
15
|
10
|
14
|
17
|
Bambu Hitam
|
21
|
13
|
3
|
5
|
7
|
Bambu Apus
|
84
|
78
|
89
|
76
|
81
|
Bambu Ampel
|
45
|
30
|
33
|
36
|
38
|
Bambu Eul-eul
|
19
|
9
|
6
|
7
|
6
|
Bambu Kuning
|
-
|
-
|
3
|
-
|
-
|
C.
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil
pengamatan terhadap persebaran bambu eul-eul di daerah seyegan, persebarannya
paling banyak di daerah lereng gunung, dekat sungai, dan di sekitar halaman
rumah penduduk, namun tidak sebanyak jenis bambu lainnya. Bambu yang paling
banyak ditemukan adalah bambu apus yang terbanyak persebarannya di kelurahan
Margoagung sebanyak 89 pekarangan.
Bambu eul-eul
sendiri paling banyak ditemukan persebarannya di kelurahan Margoluwih sekitar
19 pekaran rumah, kemudian diikuti kelurahan Margomulyo sekitar 9 pekarangan,
Margodadi sekitar 7 pekarangan dan Margoagung dan Margokaton sekitar 6
pekarangan. Kabupaten seyegan sangat menunjang persebaran bambu dengan baik
karena memiliki tanah yang yang bertekstur pasir sehingga memudahkan akar bambu
menembus pori tanah karena biasanya akar bambu menjalar di lapisan permukaan
atas tanah dan mendapat air dan cahaya yang cukup. Selain itu, suhu didaerah
ini sekitar 26-28oC yang menunjang pertumbuhan bambu, mengingat
bambu hanya dapat hidup di daerah tropis yaitu jenis bambu simpodial. Pertumbuhannya
pun sangat cepat yaitu lima tahun bisa dipanen dan tidak memerlukan perhatian
yang khusus. Sedangkan jika dibandingkan dengan kayu butuh belasan tahun sampai
puluhan tahun untuk dipanen.
Persebarannya yang
besar dikarenakan juga karena bambu terus berkembang biak dengan rhizom (akar
yang menjadi tunas-tunas baru). Juga dapat mereduksi kemungkinan erosi, jadi
cocok di tanam di kemiringan permukaan tanah untuk menghindari bencana longsor.
Akar bambu menyerap polutan tanah dan memperbesar cadangan air. Disepanjang
sungai keberadaan rumpun-rumpun bambu akan menjernihkan air. Bambu disebut
ramah pemanasan global karena fotosintesis bambu tergolong paling efisien. Dalam
respirasi bambu dapat menyerap kembali karbon dioksida yang dihasilkan dengan
rantai karbon C4.
Pemanfaatan bambu
eul-eul sebagai berikut:
1. Obat Tradisional
Air mineral
bambu eul-eul, yang disebut-sebut bisa menyembuhkan berbagai penyakit, air
eul-eul terserap ke dalam bambu melalui proses osmosis. Melalui uji klinis
didapati air itu mengandung mineral dan oksigen dalam jumlah cukup tinggi. Air
mineral bambu eul-eul mengandung mineral 5,9 dan oksigen 18,34.
Gambar 2. Air mineral bambu eul-eul
Khasiat air mineral bambu eul-eul ini dapat mengobati sekitar
38 jenis penyakit, dan sudah tercatat di Dinas Kesehatan. Penyakit-penyakit
yang dapat disembuhkan dan sudah terbukti adalah jantung, tipes, rematik, sesak
napas, amandel, dan lain-lain.
2. Peralatan rumah tangga
Produk
kerajinan bambu berupa peralatan rumah tangga seperti tambir.
Gambar 3. tambir
Selain tambir, perajin juga memproduksi jenis lainnya,
seperti irik, kursi, tempat tisu, cething (tempat nasi), kotak serbaguna,
nampan, besek, krakat dimsum, piring bulat, tudung saji, dan besek.
Gambar
4. Kursi
3. Pagar dan konstruksi masa depan
Masyarakat
di daerah pedesaaan biasa menggunakan bambu untuk mambatasi daerah mereka
seperti perkebunan, sawah, dan rumah mereka sendiri. Bambu dapat ditemukan
dengan bebas dialam dan bertahan lama serta kuat.
Gambar 5. Pagar
lahan sederhana
Pada masyarakat modern, bambu masih tetap digunakan sebagai
pagar atau pembatas tetapi dirancang dan dimodifikasi dengan cara berbeda yang
unik dan menarik seperti dengan anyaman. Tentunya tidak kalah jauh dengan
beton, bambu mampu bertahan lama dan kuat. Dengan mempertahankan kearifan
lokal, bambu memberi manfaat yang baik dalam kehidupan masyarakat.
Gambar 6. Pagar rumah modern
Gambar 7. Konstruksi
rumah
4. Daun sebagai pembungkus makanan
Daun bambu yang biasa dipakai untuk
pembungkus bakcang merupakan daun bambu yang lebar dan panjang. Sebelum dipakai
sebaiknya rebus sebentar dalam air mendidih hingga layu lalu keringkan.
Tujuannya untuk menghilangkan kotoran sekaligus membuat daun jadi layu. Angin-anginkan
sebentar hingga daun menjadi lemas/layu sehingga tidak pecah atau sobek saat
dipakai untuk pembungkus.

Gambar
8. Pembungkus bakcang
5.
Mechanical
properties of bamboo reinforcement
Gambar
9. Mechanical properties of bamboo reinforcement
6.
Ekstrak Daun Bambu Sehatkan Jantung
Penelitian menunjukkan, daun bambu
mengandung banyak zat aktif, yakni flavonoid, polisakarida, klorofil, asam
amino, vitamin, mikroelemen, dan sebagainya, sehingga baik untuk menurunkan
lemak darah dan kolesterol. Juga bisa menurunkan oksidasi antioksidan atau
radikal bebas, sebagai bahan antipenuaan, serta mampu menjaga stamina dan
mencegah penyakit kardiovaskular.
Gambar
10. Daun bambu
Kamus Besar Herbal Cina juga menuliskan bahwa daun
bambu berfungsi mengeluarkan panas, ampuh mengembalikan cairan, dan bersifat
diuretik (melancarkan air seni). Tahun 1998, daun bambu dikategorikan oleh
Badan Kesehatan Cina dalam daftar herbal alami untuk obat dan pangan.
Mirip Hemoglobin Pakar kesehatan dari Jepang meyakini
susunan flavonoid daun bambu mirip susunan hemoglobin. Karena itu, daun bambu bisa langsung disuntikkan
ke dalam vena dan dapat meningkatkan efisiensinya.
Flavonoid
daun bambu juga aman, tak beracun. Uniknya, flavonoid daun bambu merupakan
sumber daya domestik flavonoid pertama yang ditemukan di negeri Cina dan telah
dipatenkan secara resmi.
Dosis tinggi, menengah, dan
rendah flavonoid daun bambu dapat menambah daya kontraksi otot jantung dan
perhitungan terhadap grup juga mempunyai perbedaan yang jelas. Efek dari grup
dosis kecil (2,5 mg/ml) menerangkan hasil positif bagi fungsi fisiologi normal
arteri koroner dan berpotensi mencegah terjadinya gangguan jantung.
Sebuah
penelitian secara khusus dilakukan guna mengungkapkan manfaat flavonoid daun
bambu terhadap pembuluh darah dan aliran darah pembuluh koroner. Variasi
penelitian dengan dosis tinggi, menengah, dan rendah, flavonoid daun bambu
terbukti dapat memperlancar aliran darah koroner dari jantung Cavia cobaya
(sejenis tikus) yang terpisah dengan badannya. Perhitungan terhadap grup dan
masing-masing anggota grup mempunyai perbedaan yang signifikan, bertambah
seiring dengan besarnya dosis.
Berdasarkan uraian
diatas, ternyata bambu eul-eul memiliki banyak fungsi di berbagai bidang dalam
masyarakat. Namun perlu diingat bahwa pemanfaatan bambu perlu perhatian khusus
pada saat panen, dimana bambu jangan dipanen sebelum waktunya atau terlalu dini
umur panen. Karena hal ini dapat mempengaruhi kualitas bambu yaitu mudah retak.
Adapula karena gangguan hama seperti fungi atau jamur. jam
D.
Kesimpulan
Persebaran bambu
eul-eul di kecamatan seyegan, terbanyak di daerah lereng gunung, daerah dekat
sungai, dan paling sedikit di sekitar halaman rumah penduduk. Bambu eul-eul
paling banyak ditemukan di kelurahan Margoluwih sekitar 19 pekaran rumah warga,
kemudian diikuti kelurahan Margomulyo sekitar 9 pekarangan, Margodadi sekitar 7
pekarangan dan Margoagung dan Margokaton sekitar 6 pekarangan.
Pemanfaatan bambu eul-eul sebagai berikut:
1. Obat Tradisional
2. Peralatan rumah tangga
3. Pagar dan konstruksi masa depan
4. Daun sebagai pembungkus makanan
5. Mechanical properties of bamboo
reinforcement
6. Ekstrak
Daun Bambu Sehatkan Jantung
DAFTAR PUSTAKA
http://bambu-eul-eul.blogspot.com/2010/10/bambu-eul-eul.html,
diakses pada hari selasa 28 Desember 2010.
http://www.bambusero.co.nz/bamboo-fences-screens/, diakses pada hari selasa 28 Desember 2010.
http://jadikanhariinilebihbaiklagi.blogspot.com/2009/07/air-mineral-bambu.html,
diakses pada hari selasa 28 Desember
2010.


0 komentar:
Posting Komentar